KEANEKARAGAMAN
HEWAN PARASIT
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
NAMA : DESI YANTI SEKEDANG
NIM : 10309402022
KELAS : VII-A
M.K : PARASITOLOGI
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GUNUNG LEUSER
KUTACANE
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kesehatan manusia semakin hari
semakin dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang kompleks. Berbagai macam
penyakit yang diderita semakin beragam. Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh
parasit berupa cacing, kutu, caplak, tungau lalat dan nyamuk yang tentunya
sangat beraneka ragam dan merugikan manusia.
Hampir di setiap ruang dalam
dunia ini dihidupi oleh mikroorganisme jenis ini. Mereka dapat masuk ke dalam
tubuh manusia dengan berbagai macam cara, melalui makanan, kebersihan
lingkunganyang tidak terjaga, udara, dan banyak lagi cara yang tentunya sangat
berhubungan dengan perilaku manusia itu sendiri.
Berdasarkan alasan tersebutlah
saya ingin membahas mengenai beberapa parasit tersebut di dalam makalah saya
ini, supaya kita lebih paham dan mengenal berbagai macam parasit dan akhirnya
kita bisa menghindari dan mencegah parasit berkembangbiak di lingkungan sekitar
kita.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
pembahasan tersebut, maka rumusan masalahnya adalah :
1. Apa
pengertian parasitologi ?
2. Sebutkan
penggolongan parasit ?
3. Sebutkan
penggolongan hospes / host ?
4. Sebutkan
dan jelaskan hewan-hewan yang termasuk parasit ?
C.
Tujuan
Pembahasan
Berdasarkan
permasalah di atas, maka tujuan pembahasan adalah :
1. Mahasiswa
dapat mengetahui pengertian parasitologi.
2. Mahasiswa
dapat menyebutkan penggolongan parasit.
3. Mahasiswa
dapat menyebutkan penggolongan hospes/host.
4. Mahasiswa
dapat menyebutkan dan menjelaskan hewan-hewan yang termasuk parasit.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Parasitologi
Parasit adalah
organisme yang hidupnya tergantung pada organisme lain yang dikenal sebagai
induk semang atau hospes.
Parasit adalah organisme
hidup yang mendapatkan makanan dari organisme hidup yang lain dan hidupnya tergantung pada
organisme tersebut.
Parasit adalah
organisme yang mendapatkan makanan dan menggantungkan hidupnya pada hospes atau
induk semangnya.
Parasitisme adalah hubungan
timbal balik antara dua organisme, organisme yang satu mendapat keuntungan
sedangkan organisme yang lain mendapat kerugian.
Parasitologi adalah
suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit.
Parasit sudah dikenal
sejak zaman Aristoteles(384-322SM) dan Hipocrates (460-377SM). Redi (1626-1698)
asal Itali menemukan larva didalam daging yang kemudian berkembang menjadi
lalat -- mengembangkan ilmu parasit.
B.
Penggolongan
Parasit
Berdasarkan cara hidupnya, parasit
terbagi menjadi 2, yaitu :
1.
Ektoparasit (ectozoa)
Yaitu
parasit yang hidup di luar tubuh hospes atau liang-liang kulit yang masih
mempunyai hubungan dengan dunia luar. Misal : di kulit, rambut, rongga telinga
luar. Contoh nyamuk dan lalat.
2.
Endoparasit (entozoa)
Yaitu
parasit yang hidup di dalam tubuh hospes. Misal : di dalam darah, rongga tubuh,
usus, dan organ tubuh lainnya. Contoh di dalam hati : Fasciola hepatica (sapi).
Berdasarkan
sifatnya, parasit terbagi menjadi 5, yaitu :
1.
Parasit
Fakultatif
Parasit
fakultatif adalah organisme yang sebenarnya organisme hidup bebas, tetapi
karena kondisi tertentu mengharuskan organisme tersebut hidup sebagai parasit
sehingga sifat hidup keparasitannya tidak mutlak. Contoh : lalat-lalat Sarcophaga, Chrysomyia, Caeophara, dan
lain-lain.
Stadium
larvanya normal hidup di dalam kotoran ternak, tetapi karena tidak ada kotoran
ternak terpaksa lalat bertelur didalam tubuh yang luka sehingga waktu menetas
larva menimbulkan miasis yang dijumpai pada sela-sela teracak, bagian kuku atau
telinga luar.
2.
Parasit
Obligat
Parasit
obligat adalah semua organisme yang hidupnya berada di dalam tubuh inang, dan
akan mati bila berada di luar inang. Contoh : semua organisme patogen.
3.
Parasit
Insidentil
Parasit
insidentil atau parasit sporadis adalah suatu parasit yang karena sesuatu sebab
berada pada hospes yang tidak sewajarnya. Contoh : Gongylonema scutum, cacing nematoda pada mulut sapi---mulut manusia.
4.
Parasit
Eratika
Parasit
eratika adalah parasit yang terdapat pada hospes yang wajar tetapi lokasinya
pada daerah yang tidak sewajarnya. Contoh : Ascaris
lumbricoides, nematoda duodenum manusia dan babi---akibat kelaparan/gerakan
antiperistaltik dinding usus---masuk ke lambung atau kantung empedu.
5.
Parasit
Spuriosa
Adalah
parasit yang masuk ke dalam tubuh hospes tanpa menimbulkan keluhan/penyakit
pada hospes dan keluar dari tubuh hospes tanpa perubahan apapun. Terjadi saat
diagnose pascamati, misal sebelum mati anjing makan feses sapi mengandung telur
cacing Moniezia expansa.
C.
Penggolongan
Hospes / Host
Hospes adalah induk
semang / sel inang tempat parasit tinggal sementara atau selamanya demi
kelangsungan hidunya. Hospes terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Definitive Host
Atau
hospes tetap adalah tempat hidup parasit stadium dewasa /stadium sexual. Contoh:
manusia sebagai hospes definitif dari cacing gelang (Ascaris lumbricoides).
2. Intermediate Host
Atau
hospes perantara yaitu tempat hidup parasit stadium larva. Contoh : manusia
sebagai hospes perantara dari parasit malaria, karena stadium sexual berada
dalam tubuh nyamuk Anopheles.
D.
Hewan-Hewan
Yang Termasuk Parasit
Ada beberapa hewan yang
termasuk parasit, beberapa hewan tersebut adalah cacing, caplak, tungau,
nyamuk, kutu dan lalat.
1. Cacing
Parasit
Cacing
parasit adalah cacing yang hidup
sebagai parasit pada organisme
lain, baik hewan atau tumbuhan. Mereka adalah
organisme yang seperti
cacing yang hidup dan makan pada tubuh yang ditumpangi serta menerima makanan dan
perlindungan sementara menyerap nutrisi tubuh yang ditumpangi. Penyerapan ini
menyebabkan kelemahan dan penyakit. Penyakit yang diakibatkan oleh cacing
parasit biasanya disebut secara umum sebagai kecacingan.
Berdasarkan taksonomi, cacing
parasit terbagi menjadi 3, yaitu :
-
Nemathelminthes (cacing gilik; ema
= benang).
Ciri-ciri stadium dewasa : berbentuk bulat
memanjang, pada potongan transversal tampak rongga badan dan alat-alat, dan
mempunyai alat kelamin terpisah.
-
Platyhelminthes (cacing pipih)
Ciri-ciri stadium dewasa: berbadan pipih, tidak punya rongga badan dan biasanya bersifat hermafrodit. Platyhelminthes dibagi menjadi Kelas Trematoda (cacing daun) dan Cestoda (cacing pita).
Ciri-ciri stadium dewasa: berbadan pipih, tidak punya rongga badan dan biasanya bersifat hermafrodit. Platyhelminthes dibagi menjadi Kelas Trematoda (cacing daun) dan Cestoda (cacing pita).
Ilmu yang mempelajari
parasit yang berupa cacing adalah Helmintologi.
Beberapa cacing parasit hewan/manusia :
Cacing
gelang (Ascaris), penyebab askariasis. Cacing hati (Fasciola), menghuni organ hati
hewan ternak (terutama sapi dan babi). Cacing
kremi (Enterobius), menghuni usus manusia dan
menyebabkan gatal disekitar dubur.
Cacing pipih darah, penyebab skistosomiasis (Schistosomia). Cacing pita (Taenia). Cacing tambang, penyebab ankilostomiasis (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Cacing penyebab
filariasis, seperti Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori, Loa loa, Mansonella streptocerca, Onchocerca volvulus, Dracunculus medinensis, Mansonella perstans, dan Mansonella ozzardi.
Beberapa cacing parasit tumbuhan : cacing puru akar (Pratylenchus dan Heterodera). Nematoda akar
(P.coffeae, Radopholus similis, dan beberapa Meloidogyne).
2. Caplak
Caplak adalah ektoparasit
penghisap darah pada hewan vertebrata. Sama seperti anggota arachnida lainnya tubuh
caplak terbagi menjadi dua bagian, yaitu : bagian depan disebut cephalothorax
(prosoma) dan bagian belakang tubuh disebut abdomen (ophistosoma). Meskipun
demikian, tidak terdapat batas yang jelas diantara dua bagian tubuh tersebut.
Caplak dewasa mempunyai alat-alat tubuh pada arachnida seperti khelisera dan
palpus (alat sensori) yang terdapat dibagian atas, dan enathosoma/capitulum,
dan empat pasang kaki (Kendall, 2008).
Contoh caplak berkulit
keras di Indonesia adalah caplak sapi (Boophilus
microplus), caplak anjing (Rhipicephalus
sanguineus), caplak babi (Dermacentor
auratus).
Caplak dapat bertahan
hidup selama berbulan-bulan tanpa makan jika belum mendapatkan induk semangnya.
Caplak dapat hidup pada 1-3 induk semang berbeda selama fase pertumbuhannya
sehingga dikenal dengan sebutan caplak berinduk semang satu, berinduk semang
dua dan berinduk semang tiga (Vredevoe, 1997).
Caplak anjing (Rhipicephalus sanguineus)
Caplak memiliki 4 tahapan siklus hidup mulai
dari telur - larva - nimfa - dewasa. Memiliki lama siklus
hidup lebih kurang lebih 3 bulan. Rhipicephalus sanguineus
merupakan caplak berinang 3, umumnya anjing. Caplak betina bertelur sampai
5.000 butir telur, selanjutnya telur akan menetas dalam 17-30 hari dan kemudian
larva menempel pada inang ke-1 (rambut panjang belakang leher anjing).
Larva menghisap
darah 2—6 hari, jatuh, dan berubah menjadi nimfa 5-23 hari. Lalu nimfa menempel pada inang ke-2, terutama di belakang leher, menghisap darah 4-9
hari, jatuh, dan berubah menjadi dewasa 11-73 hari. Caplak dewasa kemudian menempel pada inang
ke-3 yang sering pada hospes telinga dan sela-sela jari kaki anjing, menghisap
darah pada 6-21 hari dan lalu
jatuh untuk bertelur. Larva tidak makan dapat hidup sampai dengan 8,5
bulan, sedangkan caplak dewasa dapat bertahan 19 bulan.
Seekor caplak dewasa dapat mengisap darah 0,5-2 mililiter, dalam
waktu singkat dapat menyebabkan anemia bagi inangnya. Luka trauma akibat gigitan caplak juga dapat
menjadi tempat infeksi sekunder. Caplak juga dapat menyebabkan
depresi syaraf akibat toksin yang diproduksi oleh caplak betina di kelenjar saliva. Paralisis biasanya
dimulai dari otot belakang tubuh, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, terakhir menyerang otot-otot pernapasan. Paralisis berlangsung selama 1-4 hari. Inang yang sembuh dari tick paralisis menjadi kebal selama 8 minggu sampai 8 bulan.
Seekor caplak betina mampu bertelur 100 butir sehari [3]. Setelah menetas, muncul larvanya yang segera
mencari induk semang untuk menghisap darah yang pertama. Setelah itu larva berubah menjadi caplak muda. Caplak muda ini bisa mengalami hibernasi selama bertahun-tahun sebelum berubah menjadi
caplak dewasa. Caplak dewasa pun mampu hidup tanpa menghisap
darah selama bertahun-tahun. Caplak betina menghisap darah 8-10 hari hingga bobotnya
mencapai 100 kali lipat dan kemudian melepaskan diri dari anjing untuk mencari tempat bertelur.
3. Tungau
Tungau merupakan binatang yang sangat kecil
seperti kutu dan tidak tampak oleh mata. Tungau adalah
sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang bersama-sama
dengan caplak, menjadi
anggota superordo Acarina.
Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri, merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanaceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular.
Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri, merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanaceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular.
Tungau debu rumah
Tungau jingga ; hama daun teh
(Brevipalpus phoenicis)
Tungau bukanlah
kutu dalam
pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa
orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu sejati
merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih
berdekatan dengan laba-laba dilihat dari
kekerabatannya. Tungau merupakan binatang sejenis kutu yang ukurannya sangat
kecil, yakni 250-300 mikron berbentuk
oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient,
berwarna putih kotor, dan tidak bermata. Tungau betina panjangnya 300-450
mikron, sedangkan tungau jantan lebih kecil, kurang lebih setengahnya yakni 200
– 240 mikron x 150 – 200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki dan
bergerak dengan kecepatan 2,5 cm permenit di permukaan kulit.. Bila
dilihat dari sisi fisiknya, bentuk binatang ini lonjong dengan jumlah kaki 8
buah. Binatang mikrospis itu diembel-embeli kata “debu” di belakang namanya
karena hidupnya dari debu.
Tungau betina setelah dibuahi mencari lokasi yang tepat di
permukaan kulit untuk kemudian membentuk terowongan, dengan kecepatan 0,5 mm –
5 mm per hari. Terowongan pada kulit dapat sampai ke perbatasan stratum korneum
dan stratum granulosum. Di dalam terowongan ini tungau betina akan tinggal
selama hidupnya yaitu kurang lebih 30 hari dan bertelur sebanyak 2-3 butir
telur sehari.
Telur akan menetas setelah 3-4 hari menjadi larva yang akan
keluar ke permukaan kulit untuk kemudian masuk kulit lagi dengan menggali
terowongan biasanya sekitar folikel rambut untuk melindungi dirinya dan
mendapat makanan. Setelah beberapa hari, menjadi bentuk dewasa melalui bentuk
nimfa. Waktu yang diperlukan dari telur hingga bentuk dewasa sekitar 10-14
hari. Tungau jantan mempunyai masa hidup yang lebih pendek dari pada tungau
betina, dan mempunyai peran yang kecil pada patogenesis penyakit. Biasanya
hanya hidup di permukaan kulit dan akan mati setelah membuahi tungau betina.
4. Nyamuk
Nyamuk adalah serangga tergolong
dalam order Diptera ; genera
termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 41
genus yang merangkumi 3,500 spesies. Dalam bahasa Inggris nyamuk dikenali
sebagai "Mosquito", dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat
kecil. Penggunaan perkataan Mosquito bermula sejak tahun 1583. Di England nyamuk
dikenali sebagai (gnats).
Dikatakan parasit, sebenarnya nyamuk
hanya lah sebagai vektor penularan penyakit malaria
Siklus hidup nyamuk ada empat : telur –
larva – pupa – dewasa. Masa hidupnya hanya sepuluh hari pada suhu 25 °C.
Larva nyamuk dikenali sebagai Jentik-jentik biasanya dapat kita jumpai
pada genangan yang berisi air. Jentik-jentik
bernafas melalui saluran udara yang terdapat pada ujung ekor. Pupa biasanya
seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis (thoracic)
terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik-jentik memakan mikroorganisme,
tetapi beberapa jentik-jentik adalah pemangsa bagi jentik-jentik spesies lain.
Sebagian nyamuk mampu menyebarkan
penyakit protozoa (protozoan) seperti malaria, penyakit (filarial)
seperti filariasis, dan penyakit bawaan virus seperti demam kuning, demam berdarah, encephalitis, dan virus Nil Barat. Virus Nil Barat disebarkan secara tidak sengaja ke Amerika Syarikat pada tahun
1999 dan pada tahun 2003 telah merebak keseluruh negeri dalam Amerika Serikat. Berat nyamuk
hanyalah 2 hingga 2.5 mg. Nyamuk mampu terbang antara 1,5-2,5 km/h.
5. Kutu
Dalam arti sempit, kutu adalah
serangga yang tidak bersayap dan berukura kecil, yang dalam bahasa inggris
mencakup flea (kutu yang melompat, ordo Siphonaptera) dan louse (kutu
yang lebih suka merayap). Dalam bahasa Indonesia keduanya tidak dibedakan,
malah mencakup juga sebagian dari kerabat wereng (ordo hemiptera) dan beberapa
anggota ordo Coleoptera. Yang termasuk golongan kutu parasit adalah kutu kepala
pada manusia, kutu busuk dan kutu badan pada
hewan yang berbulu.
Kutu manusia adalah kutu yang menyerang manusia dengan menghisap darah dan menimbulkan rasa
gatal yang luar biasa. Kutu
manusia terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah ; kutu rambut (Pediculus humanus capitis), kutu badan (Pediculus humanus humanus), dan kutu pubis (Phthiris pubis).
Kutu-kutu tersebut dapat menyerang manusia apabila kita tidak menjaga
kebersihan rambut, badan, dan pakaian. Kutu manusia dapat berpindah dari satu
orang ke orang lain, namun kehadirannya bersifat patogen atau tidak menularkan
penyakit.
Kutu busuk atau kepinding adalah serangga
parasit yang ditemukan hidup di karpet atau tempat tidur. Kutu busuk menggigit manusia tanpa ketahuan
dan menimbulkan rasa gatal, ruam serta alergi. Kutu busuk sangat sengang
tinggal di karpet dan kasur.
Jemur dan angin-anginkan karpet dan kasur secara berkala untuk mengindari kehadiran kutu
busuk.
6. Lalat
Lalat merupakan salah satu jenis serangga yang selalu lekat
dengan kesan jorok atau kotor. Hal ini disebabkan karena lalat ini suka hinggap
di kotoran dan mereka memperoleh makanan dengan cara memuntahkan air liurnya
dan memakannya kembali. Lalat merupakan sub-ordo dari Diptera. Ia mungkin
serupa dengan nyamuk, namun sebenarnya mereka berbeda.
Sama seperti nyamuk, lalat juga merupakan medium penyebar
penyakit yang cukup serius pada manusia. Sebab saat lalat menghinggapi makanan
atau sebuah tempat, maka makanan dan tempat tersebut akan terkontaminasi dengan
kuman sejumlah kurang lebih 125.000. Dalam ilmu biologi, para ilmuan biasanya
mempelajari metamorfosis lalat sebab ia merupakan salah satu contoh
Metamorfosis lalat yang ditandai berubahnya telur manjadi
larva dibagi ke dalam dua periode yakni periode embrionik dan periode
perkembangan postembrionik. Periode embrionik adalah fase dimana lalat
melakukan fertilisasi dan kemudian menghasikan telur yang kemudian menetas
menjadi larva muda hanya dalam kurun waktu 24 jam saja.
Penetasan larva ini terjadi di dalam tempat sang induk meletakkan telur. Larva lalat ini kadang disebut juga dengan belatung. Pada fase ini, larva muda tersebut tak berhenti makan dan mempersiapkan dirinya masuk ke dalam periode metamorfosis selanjutnya yakni post embrionik.
Penetasan larva ini terjadi di dalam tempat sang induk meletakkan telur. Larva lalat ini kadang disebut juga dengan belatung. Pada fase ini, larva muda tersebut tak berhenti makan dan mempersiapkan dirinya masuk ke dalam periode metamorfosis selanjutnya yakni post embrionik.
Post embrionik adalah periode setelah telur berubah menjadi
larva. Larva ini sendiri dibagi ke dalam tiga bagian yakni larva instar I,
larva instar II, dan larva instar III. Pembagian larva ini didasarkan pada
proses pergantian kulit pada larva yang memang terjadi sebanyak 3 kali dengan
kurun waktu 7 sampai 10 hari per perubahan. Setelah masa instar selesai,
metamorfosis lalat akan memasuki fase pupa atau kepompong dan kemudian
selanjutnya menjadi imago atau fase seksual yang ditandai pada perkembangan
pada bagian sayap hingga akhirnya menjadi lalat dengan tubuh yang sempurna.
Sebagai hewan dengan metamorfosis yang sempurna, lalat
melalu jalur hidup : telur --> larva (larva instar I, larva instar II, dan
larva instar III) --> pupa atau kepompong --> imago atau lalat sempurna.
Para ilmuan banyak yang mempelajari metamorfosis lalat dan ia lazim
dijadikan sampel atau contoh dalam sub teori "Metamorfosis".
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Parasitologi adalah
suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Berdasarkan
cara hidupnya, parasit terbagi menjadi 2, yaitu : Ektoparasit (ectozoa) dan Endoparasit (entozoa).
Berdasarkan sifatnya,
parasit terbagi menjadi 5, yaitu :
-
Parasit Fakultatif
-
Parasit Obligat
-
Parasit Insidentil
-
Parasit Eratika
-
Parasit Spuriosa
Beberapa contoh hewan
yang termasuk hewan parasit adalah kutu, caplak, tungau, nyamuk dan lalat.
B.
Saran
Setelah membaca makalah ini kita
sudah tahu penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan oleh parasit tersebut.
Dengan demikian, kita harus rajin membersihkan rumah dan lingkungan tempat
tinggal kita, jangan biarkan ada ruangan yang lembab di rumah kita. Dan pada
hewan peliharaan agar lebih rajin lagi dimandikan dan dirawat.
DAFTAR PUSTAKA
http://warnetorbit.blogspot.com/2011/07/resume-parasitologi.html
http://babiesmall.wordpress.com/2013/02/13/jenis-cacing-parasit-didalam-tubuh-manusia/
http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/mengenal-lebih-jauh-metamorfosis-pada.html
http://zaifbio.wordpress.com/category/parasitologi/
http://pancarahmat.blogspot.com/2012/06/tungau.html






Tidak ada komentar:
Posting Komentar