Senin, 03 Maret 2014

Makalah Parasit

KEANEKARAGAMAN
HEWAN PARASIT


D
I
S
U
S
U
N

 OLEH
NAMA                : DESI YANTI SEKEDANG
NIM                     : 10309402022
KELAS                 : VII-A
M.K                     : PARASITOLOGI

 

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GUNUNG LEUSER KUTACANE
2013



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kesehatan manusia semakin hari semakin dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang kompleks. Berbagai macam penyakit yang diderita semakin beragam. Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh parasit berupa cacing, kutu, caplak, tungau lalat dan nyamuk yang tentunya sangat beraneka ragam dan merugikan manusia.
Hampir di setiap ruang dalam dunia ini dihidupi oleh mikroorganisme jenis ini. Mereka dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai macam cara, melalui makanan, kebersihan lingkunganyang tidak terjaga, udara, dan banyak lagi cara yang tentunya sangat berhubungan dengan perilaku manusia itu sendiri.
Berdasarkan alasan tersebutlah saya ingin membahas mengenai beberapa parasit tersebut di dalam makalah saya ini, supaya kita lebih paham dan mengenal berbagai macam parasit dan akhirnya kita bisa menghindari dan mencegah parasit berkembangbiak di lingkungan sekitar kita.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan tersebut, maka rumusan masalahnya adalah :
1.      Apa pengertian parasitologi ?
2.      Sebutkan penggolongan parasit ?
3.      Sebutkan penggolongan hospes / host ?
4.      Sebutkan dan jelaskan hewan-hewan yang termasuk parasit ?

C.    Tujuan Pembahasan
Berdasarkan permasalah di atas, maka tujuan pembahasan adalah :
1.      Mahasiswa dapat mengetahui pengertian parasitologi.
2.      Mahasiswa dapat menyebutkan penggolongan parasit.
3.      Mahasiswa dapat menyebutkan penggolongan hospes/host.
4.      Mahasiswa dapat menyebutkan dan menjelaskan hewan-hewan yang termasuk parasit.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Parasitologi
Parasit adalah organisme yang hidupnya tergantung pada organisme lain yang dikenal sebagai induk semang atau hospes.
Parasit adalah organisme hidup yang mendapatkan makanan dari organisme hidup  yang lain dan hidupnya tergantung pada organisme tersebut.
Parasit adalah organisme yang mendapatkan makanan dan menggantungkan hidupnya pada hospes atau induk semangnya.
Parasitisme adalah hubungan timbal balik antara dua organisme, organisme yang satu mendapat keuntungan sedangkan organisme yang lain mendapat kerugian.
Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit.
Parasit sudah dikenal sejak zaman Aristoteles(384-322SM) dan Hipocrates (460-377SM). Redi (1626-1698) asal Itali menemukan larva didalam daging yang kemudian berkembang menjadi lalat -- mengembangkan ilmu parasit.

B.     Penggolongan Parasit

            Berdasarkan cara hidupnya, parasit terbagi menjadi 2, yaitu :
1.      Ektoparasit  (ectozoa)
Yaitu parasit yang hidup di luar tubuh hospes atau liang-liang kulit yang masih mempunyai hubungan dengan dunia luar. Misal : di kulit, rambut, rongga telinga luar. Contoh nyamuk dan lalat.
2.      Endoparasit (entozoa)
Yaitu parasit yang hidup di dalam tubuh hospes. Misal : di dalam darah, rongga tubuh, usus, dan organ tubuh lainnya. Contoh di dalam hati : Fasciola hepatica (sapi).

Berdasarkan sifatnya, parasit terbagi menjadi 5, yaitu :
1.      Parasit Fakultatif
Parasit fakultatif adalah organisme yang sebenarnya organisme hidup bebas, tetapi karena kondisi tertentu mengharuskan organisme tersebut hidup sebagai parasit sehingga sifat hidup keparasitannya tidak mutlak. Contoh : lalat-lalat Sarcophaga, Chrysomyia, Caeophara, dan lain-lain.
Stadium larvanya normal hidup di dalam kotoran ternak, tetapi karena tidak ada kotoran ternak terpaksa lalat bertelur didalam tubuh yang luka sehingga waktu menetas larva menimbulkan miasis yang dijumpai pada sela-sela teracak, bagian kuku atau telinga luar.

2.      Parasit Obligat
Parasit obligat adalah semua organisme yang hidupnya berada di dalam tubuh inang, dan akan mati bila berada di luar inang. Contoh : semua organisme patogen.

3.      Parasit Insidentil
Parasit insidentil atau parasit sporadis adalah suatu parasit yang karena sesuatu sebab berada pada hospes yang tidak sewajarnya. Contoh : Gongylonema scutum, cacing nematoda pada mulut sapi---mulut manusia.
4.      Parasit Eratika
Parasit eratika adalah parasit yang terdapat pada hospes yang wajar tetapi lokasinya pada daerah yang tidak sewajarnya. Contoh : Ascaris lumbricoides, nematoda duodenum manusia dan babi---akibat kelaparan/gerakan antiperistaltik dinding usus---masuk ke lambung atau kantung empedu.

5.      Parasit Spuriosa
Adalah parasit yang masuk ke dalam tubuh hospes tanpa menimbulkan keluhan/penyakit pada hospes dan keluar dari tubuh hospes tanpa perubahan apapun. Terjadi saat diagnose pascamati, misal sebelum mati anjing makan feses sapi mengandung telur cacing Moniezia expansa.

C.    Penggolongan Hospes / Host
Hospes adalah induk semang / sel inang tempat parasit tinggal sementara atau selamanya demi kelangsungan hidunya. Hospes terbagi menjadi 2, yaitu :

1.      Definitive Host
            Atau hospes tetap adalah tempat hidup parasit stadium dewasa /stadium sexual. Contoh: manusia sebagai hospes definitif dari cacing gelang (Ascaris lumbricoides).

2.      Intermediate Host
         Atau hospes perantara yaitu tempat hidup parasit stadium larva. Contoh : manusia sebagai hospes perantara dari parasit malaria, karena stadium sexual berada dalam tubuh nyamuk Anopheles.

D.    Hewan-Hewan Yang  Termasuk Parasit
Ada beberapa hewan yang termasuk parasit, beberapa hewan tersebut adalah cacing, caplak, tungau, nyamuk, kutu dan lalat.

1.      Cacing Parasit
Cacing parasit adalah cacing yang hidup sebagai parasit pada organisme lain, baik hewan atau tumbuhan. Mereka adalah organisme yang seperti cacing yang hidup dan makan pada tubuh yang ditumpangi serta menerima makanan dan perlindungan sementara menyerap nutrisi tubuh yang ditumpangi. Penyerapan ini menyebabkan kelemahan dan penyakit. Penyakit yang diakibatkan oleh cacing parasit biasanya disebut secara umum sebagai kecacingan.
Berdasarkan taksonomi, cacing parasit terbagi menjadi 3, yaitu :
-          Nemathelminthes (cacing gilik; ema = benang).
Ciri-ciri stadium dewasa : berbentuk bulat memanjang, pada potongan transversal tampak rongga badan dan alat-alat, dan mempunyai alat kelamin terpisah.
-          Platyhelminthes (cacing pipih)
Ciri-ciri stadium dewasa: berbadan pipih, tidak punya rongga badan dan biasanya bersifat hermafrodit. Platyhelminthes dibagi menjadi Kelas Trematoda (cacing daun) dan Cestoda (cacing pita).
Ilmu yang mempelajari parasit yang berupa cacing adalah Helmintologi. Beberapa cacing parasit hewan/manusia : Cacing gelang (Ascaris), penyebab askariasis. Cacing hati (Fasciola), menghuni organ hati hewan ternak (terutama sapi dan babi). Cacing kremi (Enterobius), menghuni usus manusia dan menyebabkan gatal disekitar dubur. Cacing pipih darah, penyebab skistosomiasis (Schistosomia). Cacing pita (Taenia). Cacing tambang, penyebab ankilostomiasis (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus). Cacing penyebab filariasis, seperti Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori, Loa loa, Mansonella streptocerca, Onchocerca volvulus, Dracunculus medinensis, Mansonella perstans, dan Mansonella ozzardi.
Beberapa cacing parasit tumbuhan : cacing puru akar (Pratylenchus dan Heterodera). Nematoda akar (P.coffeae, Radopholus similis, dan beberapa Meloidogyne).

2.      Caplak
Caplak  adalah  ektoparasit penghisap darah pada hewan vertebrata. Sama seperti anggota arachnida lainnya tubuh caplak terbagi menjadi dua bagian, yaitu : bagian depan disebut cephalothorax (prosoma) dan bagian belakang tubuh disebut abdomen (ophistosoma). Meskipun demikian, tidak terdapat batas yang jelas diantara dua bagian tubuh tersebut. Caplak dewasa mempunyai alat-alat tubuh pada arachnida seperti khelisera dan palpus (alat sensori) yang terdapat dibagian atas, dan enathosoma/capitulum, dan empat pasang kaki (Kendall, 2008).
Contoh caplak berkulit keras di Indonesia adalah caplak sapi (Boophilus microplus), caplak anjing (Rhipicephalus sanguineus), caplak babi (Dermacentor auratus).
Caplak dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa makan jika belum mendapatkan induk semangnya. Caplak dapat hidup pada 1-3 induk semang berbeda selama fase pertumbuhannya sehingga dikenal dengan sebutan caplak berinduk semang satu, berinduk semang dua dan berinduk semang tiga (Vredevoe, 1997).
Caplak anjing (Rhipicephalus sanguineus)

Caplak memiliki 4 tahapan siklus hidup mulai dari telur - larva - nimfa - dewasa. Memiliki lama siklus hidup lebih kurang lebih 3 bulan. Rhipicephalus sanguineus merupakan caplak berinang 3, umumnya anjing. Caplak betina bertelur sampai 5.000 butir telur, selanjutnya telur akan menetas dalam 17-30 hari dan kemudian larva menempel pada inang ke-1 (rambut panjang belakang leher anjing).
Larva menghisap darah 2—6 hari, jatuh, dan berubah menjadi nimfa 5-23 hari. Lalu nimfa menempel pada inang ke-2, terutama di belakang leher, menghisap darah 4-9 hari, jatuh, dan berubah menjadi dewasa 11-73 hari. Caplak dewasa kemudian menempel pada inang ke-3 yang sering pada hospes telinga dan sela-sela jari kaki anjing, menghisap darah pada 6-21 hari dan lalu jatuh untuk bertelur. Larva tidak makan dapat hidup sampai dengan 8,5 bulan, sedangkan caplak dewasa dapat bertahan 19 bulan.
Seekor caplak dewasa dapat mengisap darah 0,5-2 mililiter, dalam waktu singkat dapat menyebabkan anemia bagi inangnya. Luka trauma akibat gigitan caplak juga dapat menjadi tempat infeksi sekunder. Caplak juga dapat menyebabkan depresi syaraf akibat toksin yang diproduksi oleh caplak betina di kelenjar saliva. Paralisis biasanya dimulai dari otot belakang tubuh, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, terakhir menyerang otot-otot pernapasan. Paralisis berlangsung selama 1-4 hari. Inang yang sembuh dari tick paralisis menjadi kebal selama 8 minggu sampai 8 bulan.
Seekor caplak betina mampu bertelur 100 butir sehari [3]. Setelah menetas, muncul larvanya yang segera mencari induk semang untuk menghisap darah yang pertama. Setelah itu larva berubah menjadi caplak muda. Caplak muda ini bisa mengalami hibernasi selama bertahun-tahun sebelum berubah menjadi caplak dewasa. Caplak dewasa pun mampu hidup tanpa menghisap darah selama bertahun-tahun. Caplak betina menghisap darah 8-10 hari hingga bobotnya mencapai 100 kali lipat dan kemudian melepaskan diri dari anjing untuk mencari tempat bertelur.

3.      Tungau
Tungau merupakan binatang yang sangat kecil seperti kutu dan tidak tampak oleh mata. Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang bersama-sama dengan caplak, menjadi anggota superordo Acarina.
Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri, merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanaceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular.
    Tungau debu rumah                                 
(Dermatophagoides pteronyssinus)             

Tungau jingga ; hama daun teh 
(Brevipalpus phoenicis)

        Tungau bukanlah kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu sejati merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih berdekatan dengan laba-laba dilihat dari kekerabatannya. Tungau merupakan binatang sejenis kutu yang ukurannya sangat kecil, yakni 250-300 mikron berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor, dan tidak bermata. Tungau betina panjangnya 300-450 mikron, sedangkan tungau jantan lebih kecil, kurang lebih setengahnya yakni 200 – 240 mikron x 150 – 200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki dan bergerak dengan kecepatan 2,5 cm permenit di permukaan kulit.. Bila dilihat dari sisi fisiknya, bentuk binatang ini lonjong dengan jumlah kaki 8 buah. Binatang mikrospis itu diembel-embeli kata “debu” di belakang namanya karena hidupnya dari debu.
Tungau betina setelah dibuahi mencari lokasi yang tepat di permukaan kulit untuk kemudian membentuk terowongan, dengan kecepatan 0,5 mm – 5 mm per hari. Terowongan pada kulit dapat sampai ke perbatasan stratum korneum dan stratum granulosum. Di dalam terowongan ini tungau betina akan tinggal selama hidupnya yaitu kurang lebih 30 hari dan bertelur sebanyak 2-3 butir telur sehari.
Telur akan menetas setelah 3-4 hari menjadi larva yang akan keluar ke permukaan kulit untuk kemudian masuk kulit lagi dengan menggali terowongan biasanya sekitar folikel rambut untuk melindungi dirinya dan mendapat makanan. Setelah beberapa hari, menjadi bentuk dewasa melalui bentuk nimfa. Waktu yang diperlukan dari telur hingga bentuk dewasa sekitar 10-14 hari. Tungau jantan mempunyai masa hidup yang lebih pendek dari pada tungau betina, dan mempunyai peran yang kecil pada patogenesis penyakit. Biasanya hanya hidup di permukaan kulit dan akan mati setelah membuahi tungau betina.

 Siklus hidup tungau

4.      Nyamuk
Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera ; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 41 genus yang merangkumi 3,500 spesies. Dalam bahasa Inggris nyamuk dikenali sebagai "Mosquito", dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan perkataan Mosquito bermula sejak tahun 1583. Di England nyamuk dikenali sebagai (gnats).
Dikatakan parasit, sebenarnya nyamuk hanya lah sebagai vektor penularan penyakit malaria
Siklus hidup nyamuk ada empat : telur – larva – pupa – dewasa. Masa hidupnya hanya sepuluh hari pada suhu 25 °C. Larva nyamuk dikenali sebagai Jentik-jentik biasanya dapat kita jumpai pada genangan yang berisi air. Jentik-jentik bernafas melalui saluran udara yang terdapat pada ujung ekor. Pupa biasanya seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis (thoracic) terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik-jentik memakan mikroorganisme, tetapi beberapa jentik-jentik adalah pemangsa bagi jentik-jentik spesies lain.
Sebagian nyamuk mampu menyebarkan penyakit protozoa (protozoan) seperti malaria, penyakit (filarial) seperti filariasis, dan penyakit bawaan virus seperti demam kuning, demam berdarah, encephalitis, dan virus Nil Barat. Virus Nil Barat disebarkan secara tidak sengaja ke Amerika Syarikat pada tahun 1999 dan pada tahun 2003 telah merebak keseluruh negeri dalam Amerika Serikat. Berat nyamuk hanyalah 2 hingga 2.5 mg. Nyamuk mampu terbang antara 1,5-2,5 km/h.

5.      Kutu
            Dalam arti sempit, kutu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukura kecil, yang dalam bahasa inggris mencakup flea (kutu yang melompat, ordo Siphonaptera) dan louse (kutu yang lebih suka merayap). Dalam bahasa Indonesia keduanya tidak dibedakan, malah mencakup juga sebagian dari kerabat wereng (ordo hemiptera) dan beberapa anggota ordo Coleoptera. Yang termasuk golongan kutu parasit adalah kutu kepala pada manusia, kutu busuk dan kutu badan pada  hewan yang berbulu.
Kutu manusia adalah kutu yang menyerang manusia dengan menghisap darah dan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Kutu manusia terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah ; kutu rambut (Pediculus humanus capitis), kutu badan (Pediculus humanus humanus), dan kutu pubis (Phthiris pubis). Kutu-kutu tersebut dapat menyerang manusia apabila kita tidak menjaga kebersihan rambut, badan, dan pakaian. Kutu manusia dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, namun kehadirannya bersifat patogen atau tidak menularkan penyakit.
Kutu busuk atau kepinding adalah serangga parasit yang ditemukan hidup di karpet atau tempat tidur. Kutu busuk menggigit manusia tanpa ketahuan dan menimbulkan rasa gatal, ruam serta alergi. Kutu busuk sangat sengang tinggal di karpet dan kasur. Jemur dan angin-anginkan karpet dan kasur secara berkala untuk mengindari kehadiran kutu busuk.

6.      Lalat
Lalat merupakan salah satu jenis serangga yang selalu lekat dengan kesan jorok atau kotor. Hal ini disebabkan karena lalat ini suka hinggap di kotoran dan mereka memperoleh makanan dengan cara memuntahkan air liurnya dan memakannya kembali. Lalat merupakan sub-ordo dari Diptera. Ia mungkin serupa dengan nyamuk, namun sebenarnya mereka berbeda.
Sama seperti nyamuk, lalat juga merupakan medium penyebar penyakit yang cukup serius pada manusia. Sebab saat lalat menghinggapi makanan atau sebuah tempat, maka makanan dan tempat tersebut akan terkontaminasi dengan kuman sejumlah kurang lebih 125.000. Dalam ilmu biologi, para ilmuan biasanya mempelajari metamorfosis lalat sebab ia merupakan salah satu contoh



Metamorfosis lalat dimulai dari telur hasil fertilisasi. Lalat memiliki tingkatan jumlah reproduksi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan serangga lainnya. Selain itu laju produksinya juga lebih dibandingkan jenis serangga lain. Hal ini disebabkan kemampuan mereka dalam hal kawin sangat efisien juga efektif terlebih pada musim kawin. Setelah proses fertilisasi, induk lalat akan bertelur. Biasanya ia melekatkan telurnya ke dalam sumber makanan misalnya buah yang hampir busuk. Kemudian perkembangan selanjutnya adalah perubahan telur menjadi larva.
Metamorfosis lalat yang ditandai berubahnya telur manjadi larva dibagi ke dalam dua periode yakni periode embrionik dan periode perkembangan postembrionik. Periode embrionik adalah fase dimana lalat melakukan fertilisasi dan kemudian menghasikan telur yang kemudian menetas menjadi larva muda hanya dalam kurun waktu 24 jam saja.
Penetasan larva ini terjadi di dalam tempat sang induk meletakkan telur. Larva lalat ini kadang disebut juga dengan belatung. Pada fase ini, larva muda tersebut tak berhenti makan dan mempersiapkan dirinya masuk ke dalam periode metamorfosis selanjutnya yakni post embrionik.
Post embrionik adalah periode setelah telur berubah menjadi larva. Larva ini sendiri dibagi ke dalam tiga bagian yakni larva instar I, larva instar II, dan larva instar III. Pembagian larva ini didasarkan pada proses pergantian kulit pada larva yang memang terjadi sebanyak 3 kali dengan kurun waktu 7 sampai 10 hari per perubahan. Setelah masa instar selesai, metamorfosis lalat akan memasuki fase pupa atau kepompong dan kemudian selanjutnya menjadi imago atau fase seksual yang ditandai pada perkembangan pada bagian sayap hingga akhirnya menjadi lalat dengan tubuh yang sempurna.
Sebagai hewan dengan metamorfosis yang sempurna, lalat melalu jalur hidup : telur --> larva (larva instar I, larva instar II, dan larva instar III) --> pupa atau kepompong --> imago atau lalat sempurna. Para ilmuan banyak yang mempelajari metamorfosis lalat dan ia lazim dijadikan sampel atau contoh dalam sub teori "Metamorfosis".


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Berdasarkan cara hidupnya, parasit terbagi menjadi 2, yaitu : Ektoparasit  (ectozoa) dan Endoparasit (entozoa).
Berdasarkan sifatnya, parasit terbagi menjadi 5, yaitu :
-          Parasit Fakultatif
-          Parasit Obligat
-          Parasit Insidentil
-          Parasit Eratika
-          Parasit Spuriosa
Beberapa contoh hewan yang termasuk hewan parasit adalah kutu, caplak, tungau, nyamuk dan lalat.

B.     Saran

            Setelah membaca makalah ini kita sudah tahu penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan oleh parasit tersebut. Dengan demikian, kita harus rajin membersihkan rumah dan lingkungan tempat tinggal kita, jangan biarkan ada ruangan yang lembab di rumah kita. Dan pada hewan peliharaan agar lebih rajin lagi dimandikan dan dirawat.


DAFTAR PUSTAKA

http://warnetorbit.blogspot.com/2011/07/resume-parasitologi.html
http://babiesmall.wordpress.com/2013/02/13/jenis-cacing-parasit-didalam-tubuh-manusia/
http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/mengenal-lebih-jauh-metamorfosis-pada.html
http://zaifbio.wordpress.com/category/parasitologi/
http://pancarahmat.blogspot.com/2012/06/tungau.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar